Ekonomi

Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate: Fokus Jaga Stabilitas Nilai Tukar dan Inflasi Terkendali

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate guna memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga dan inflasi tetap berada di sasaran.

Budi Santoso
JurnalisBudi Santoso
Diperbarui: Senin, 26 Oktober 2026 22:42 WIB
4 menit baca
Bagikan:WhatsAppX (Twitter)Facebook
Gedung Kompleks Perkantoran Bank Indonesia dan pergerakan bursa keuangan
Gedung Bank Indonesia di Jakarta Pusat dalam sorotan lampu sore hari.Foto: Dok. Redaksi Catatan Negeri / Budi Santoso

JAKARTA, CATATANNEGERI.COM — Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 6,00%. Keputusan ini diambil sejalan dengan arah kebijakan moneter yang fokus pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan kepastian inflasi terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada tahun berjalan.

Pertimbangan Makro dan Ketidakpastian Global

Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa dinamika pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian suku bunga bank sentral negara maju, tensi geopolitik regional, serta fluktuasi harga komoditas energi internasional.

"Kebijakan suku bunga tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap berada dalam target sasaran pemerintah," demikian penegasan resmi Dewan Gubernur.

Ketahanan Sektor Perbankan Nasional

Likuiditas perbankan nasional dinilai tetap memadai didukung oleh implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diarahkan pada sektor-sektor prioritas pencipta lapangan kerja, hilirisasi industri, serta UMKM.

  • Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan tetap tinggi di atas 26%.
  • Pertumbuhan kredit perbankan mencatatkan kinerja positif dua digit secara tahunan (year-on-year).
  • Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tetap terjaga rendah di bawah batas aman 3%.

Dampak Terhadap Dunia Usaha dan Konsumen

Keputusan mempertahankan suku bunga ini memberikan kepastian kalkulasi bagi kalangan dunia usaha dalam merencanakan belanja modal (capex) kuartal mendatang. Sementara itu, tingkat suku bunga simpanan dan kredit diproyeksikan tetap stabil tanpa lonjakan beban cicilan bagi masyarakat.

Redaksi Catatan Negeri akan terus memantau respon pasar modal dan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang utama mitra dagang sepanjang sesi perdagangan pekan ini.

Pariwara / Advertorial
[RUANG IKLAN: In-Article Native Sponsored Display]
Verifikasi Fakta & Standar Pemeriksaan

Data bersumber langsung dari Siaran Pers Resmi Departemen Komunikasi Bank Indonesia No. 26/DG/X/2026.

Rujukan Sumber Berita
Budi Santoso
Budi SantosoManaging Editor

Jurnalis berpengalaman lebih dari 15 tahun meliput makro ekonomi, kebijakan fiskal, dan geopolitik kawasan Asia Tenggara.

Lihat Semua Tulisan →

Berita Terkait di Kanal Ekonomi